Jaringan Tumbuhan dan Hewan
Nama : Wulan Ayu Lestari
NPM : A1D021044
Prodi : Pendidikan Biologi
Kelas : 1B
| (Jaringan Tumbuhan) |
A.
Jaringan Tumbuhan
| Batang Bunga Sepatu (Hibiscus rosasinensis) |
1) Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah
jaringan muda sekelompok sel-sel tumbuhan aktif membelah. Sel-sel meristem akan
menghasilkan sel baru yang sebagian dari hasil pembelahan akan tetap berada di
dalam meristem, hal ini disebut sebagai sel permulaan atau inisial. Sedangkan
dari sel-sel baru, digantikan kedudukannya oleh sel meristem yang disebut
dengan derivatif atau turunan. Jaringan Meristem dikelompokkan menjadi 2 dengan
berdasarkan posisi dalam tumbuhan dan berdasarkan asal usulnya sebagai berikut
a.
Jaringan Meristem Berdasarkan Posisi Dalam Tumbuhan
1. Meristem apikal : terdapat di ujung puncak
utama dan pucuk lateral serta ujung akar
2. Meristem interkalar : terdapat di antara
jaringan dewasa, contohnya pada meristem pangkal ruas tumbuhan anggota suku
rumput-rumputan
3. Meristem lateral : terletak sejajar dengan permukaan
organ ditemukannya, contohnya pada kambium dan kambium gabus (felogen).
b.
Macam-Macam Jaringan Meristem Berdasarkan Asal Usulnya
1. Meristem primer : apabila
sel-selnya berkembang langsung dari sel-sel embrionik (meristem apikal)
2. Meristem sekunder : apabila sel-selnya berkembang dan
jaringa dewasa yang sudah mengalami deferensiasi. Contohnya kambium dan kambium
gabus (felogen).
2)
Jaringan Dewasa (Permanen) Tumbuhan
Jaringan meristem dewasa adalah jaringan yang telah
mengalami deferensiasi. Jaringan ini sudah tidak mengalami pembelahan lagi atau
tidak aktif. Jaringan dewasa dapat terdiri dari beberapa macam yang dibedakan
berdasarkan dari bentuk dan fungsinya. Macam-macam jaringan dewasa (permanen)
adalah sebagai berikut:
a.
Jaringan Epidermis (Pelindung)
Jaringan epidermis adalah lapisan paling luar pada
setiap organ tumbuhan seperti akar, batang, daun, buah, bunga, biji). Jaringan
epidermis berfungsi sebagai pelindung yang menutupi seluruh organ tumbuhan.
Jaringan epidermis berasal dari protoderm. Setelah tua bisa tetap ada atau
rusak, dan jika sampai rusak maka jaringan epidermis akan digantikan oleh
gabus. Umumnya lapisan epidermis hanya terdiri dari selapisn namun ada juga
yang lebih dengan bentuk dan ukuran yang beragam. Mengalami modifikasi dengan
membentuk derivat jaringan epidermis seperti stomata, vilamen, trikomata
(rambut-rambut), sel kersik (sel silika), spina (duri), sel kipas.
Selain sebagai fungsi pelindung, jaringan epidermis
juga memiliki fungsi lain. Macam-macam fungsi epidermis adalah dapat Membatasi
penguapan, Penyerapan dan penyimpan air serta sebagai Penyokong mekanik.
b.
Jaringan
Parenkim (Dasar)
Jaringan parenkin (dasar) adalah jaringan yang
terdapat diseluruh organ tumbuhan. Jaringan parenkim terbentuk dari sel-sel
yang hidup dengan struktur morfologis dan siologis yang beragam. Dapat disebut
sebagai jaringan dasar karena memiliki peranan sebagai penyusun sebagian besar
jaringan pada akar, batang, daun, buah, dan biji. Jaringan Parenkim (Dasar)
memiliki beberapa fungsi yaitu:
·
Sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan
·
Tempat berlangsungnya fotosintesis
· Sebagai jaringan penyokong
Jaringan parenkim (dasar) dikelompokkan menjadi dua
macam antara lain sebagai berikut :
a.
Jaringan Parenkim Berdasarkan Fungsinya
·
Parenkim asimilasi (klorenkim) : mengandung klorofil dan berfungsi untuk
fotosintetis.
·
Parenkim air : jaringan yang terdapat pada tumbuhan xerofit atau epifit
sebagai penimbun/menyimpan air untuk melewati musim kering.
·
Parenkim penimbun : Jaringan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan
cadangan makanan. Jaringan ini biasa terdapat pada akar, buah, umbi, dan
batang. Makanan tersebut dapat berbentuk zat-zat padat, tepung, lemak, protein,
gula.
·
Parenkim udara (Aerenkim) : jaringan yang memiliki ruang antarsel yang
berfungsi dalam mengapungkan tumbuhan di air, hal ini dapat ditemukan pada
tangkai daun Canna sp.
·
Parenkim pengangkut : Jaringan yang berfungsi sebagai pembuluh angkut
baik itu makanan dan maupun air.
b.
Macam-Macam Jaringan Parenkim Berdasarkan Bentuknya
· Parenkim palisade : parenkin
penyusun mesofil pada daun. Jaringan ini terdapat pada biji dengan bentuk sel
panjang, tegak, mengandung banyak kloroplas.
·
Parenkim bunga karang : jaringan penyusun mesofil daun yang berukuran
tidak tetap serta terdapat ruang antar sel lebar.
·
Parenkim bintang : jaringan yang dapat ditemukan pada tangkai daun Canna
Sp. dengan bentuk seperti bintang yang bersambungan pada bagian ujungnya.
·
Parenkim lipatan : jaringan yang dapat dijumpai pada mesiofil daun pinus
dan padi. Terjadi perlipatan ke arah dalam pada bagian dinding sel dan
mengandung banyak kloroplas.
3)
Jaringan Penyokong/Penguat (Mekanik) Tumbuhan
Jaringan penyokong/penguat adalah jaringan yang
memberikan kekuatan bagi tumbuhan sehingga mampu berdiri tegak. Jaringan
penyokong (penguat) tumbuhan di bagi berdasarkan sifat dan bentuknya antara
lain sebagai berikut.
a.
Jaringan Kolenkim
Jaringan kolenkim adalah jaringan penyokong atau
penguat pada organ tumbuhan muda dan tanaman herba. Kolenkim merupakan sel
hidup yang sifatnya mirip dengan parenkim. Ada sel yang mengandung kloroplas
dan berperan dalam proses fotosintetis. Kolenkim tersusun dari sel-sel hidup
dengan protoplasma yang aktif dan memiliki bentuk memanjang dengan penebalan
yang tidak merata. Jaringan penyokong berfungsi dalam memperkokoh tumbuhan.
Sel-sel yang kuat, tebal dan telah mengalami spesialisasi. Jaringan ini juga
berfungsi sebagai pelindung biji dam belas veskuler. Fungsi Jaringan Kolenkim
·
Menunjang dan memperkokoh bentuk tumbuhan
·
Melindungi berkas pengangkut
· Memperkuat jaringan parenkim
b.
Jaringan Sklerenkim
Jaringan sklerenkim adalah jaringan penguat yang diri
dari sel-sel mati. Sklerenkim memiliki dinding sel yang kuat, tebal dan
mengandung lignin. Sklerenkim terbagi dari dua macam berdasarkan bentuknya
yaitu, serabut dan sklereid (sel batu). Serabut atau serat berasal dari
jaringan meristem yang terdiri dari sel-sel panjang dan bergerombol membentuk
anyaman atau pita. Misalnya pelepah daun pisang. Sedangkan pada sklereid (sel
batu) adalah jaringan sklerenkim yang bentuk selnya membulat dengan dinding sel
mengalami penebalan. Misalnya pada tempurung kelapa atau kulit biji beras. Fungsi
Jaringan Sklerenkim
·
Sebagai alat untuk bertahan terhadap tekanan dari luar
·
Melindungi dan menguatkan bagian dalam sel
· Sebagai alat penyokong
4)
Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut adalah jaringan yang bertugas
dalam mengangkut zat. Jaringan ini dibagi menjadi dua antara lain sebagai
berikut.
a.
Xilem
Xilem adalah pengakut zat makanan dengana menyalurkan
air dan mineral dari akar menuju ke daun dan bagian tubuh lainnya. Xilem
terdiri dari beberapa macam antara lain sebagai berikut
·
Unsur trakeal, terdiri dari trakea (sel-sel berbentuk tabung) dan
trakeid (sel-sel yang panjang dengan lubang pada dinding selnya)
·
Serabut xilem, terdiri dari sel panjang degan ujung yang meruncing
·
Parenkim xilem, berisi zat seperti cadangan makanan, tanin dan kristal
b.
Floem
Floem adalah pengangkut zat makanan dari hasil
fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh. Floem tersusun antara lain sebagai
berikut
·
Bulu tapis, berbentuk tabung dengan ujung yang berlubang
·
Sel pengiring, berbentuk silinder dengan plasma yang dekat
·
Serabut floem, berbentuk panjang
dengan ujung berimpit dan dindingnya tebal
·
Parenkim floem, selnya hidup, memiliki dinding primer dengan lubang
kecil yang disebut noktah. Parenkim floem berisi tepung, damar, atau kristal.c
5)
Jaringan Gabus
Jaringan gabus adalah jaringan yang tersusun dari
sel-sel gabus yang berbentuk memanjang. Jaringan gabus berfungsi melindungi
jaringan lain yang terdapat dibawahnya agar tidak terlalu agak tidak terlalu
banyak kehilangan air. Sel gabus dapat ditemukan dipermukaan luar batang Jaringan
gabus terdiri atas dua macam antara lain sebagai berikut..
·
Felem : jaringan gabus yang dibentuk oleh kambium gabus berarah luar dan
sel-sel matinya
·
Feloderm : jaringan gabus yang dibentuk kambium gabus ke arah dalam dan
sel-selnya hidup menyerupai parenkim.
B.
Jaringan Hewan
1)
Jaringan Epitel
Jaringan epitelium adalah jaringan yang melapisi
bagian permukaan tubuh organisme multicelluler, baik permukaan luar maupun permukaan
dalam, misalnya pada: permukaan mulut, kerongkongan, lambung, usus, paru-paru
yang sesungguhnya ada hubungannya dengan permukaan luar. Permukaan-permukaan
dalam yang lain, misalnya pada pembuluh-pembuluh darah dan rongga-rongga tubuh,
yang meskipun tidak berhubungan dengan permukaan luar, juga dilapisi oleh
epitelium (Radiopoetro, 1990).
2)
Jaringan Ikat
Jaringan ikat merupakan jaringan yang paling banyak
terdapat di dalam tubuh hewan dan manusia. Secara umum berbagai macam jaringan
ikat tersusun atas dua bagian, yaitu: Matriks (bahan dasar) adalah komponen
interseluler pada jaringan ikat dan serabut atau serat-serat. Matriks merupakan
materi dasar tempat sesuatu melekat. Bahan dasar penyusun matriks adalah
mukopoli-sakarida sulfat dan asam hialuronat.
3)
Jaringan Otot
Jaringan otot, terdiri atas sel-sel panjang yang
disebut serabut otot yang mampu berkontraksi ketika diransang oleh impuls
saraf. Tersusun dalam susunan partikel didalam sitoplasma, serabut otot adalah
sejumlah besar mikrofilamen yang terbuat dari protein kontraktil aktin dan
miosin. Otot adalah jaringan yang paling banyak terdapat pada sebagian besar
hewan, dan kontraksi otot merupakan bagian besar dari kerja seluler yang
memerlukan energi dalam suatu hewan yang aktif.
4)
Jaringan Saraf
Jaringan saraf berperan dalam penerimaan rangsang dan penyampaian
rangsang. Secara embriologi, jaringan ini berasal dari lapisan ektoderm. Jaringan
ini terdapat pada sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan pada
sistim saraf tepi. Ada dua macam sel, yaitu sel saraf (neuron) dan sel
pendukung (sel glia). Neuron mengandung badan sel, nukleus, dan penjuluran atau
serabut. Satu tipe penjuluran tersebut adalah dendrit, yang berperan dalam
menerima sinyal dari sel lain dan meneruskannya ke badan sel. Tipe penjuluran
sel saraf yang lain, disebut akson (neurit), yang berperan dalam meneruskan
sinyal dari badan sel ke neuron lainnya. Beberapa akson berukuran sangat
panjang, yaitu memanjang dari otak sampai ke bagian bawah abdomen (panjang 1/2
meter atau lebih). Transmisi sinyal dari neuron ke neuron lainnya umumnya
dilakukan secara kimia. Selain neuron, ditemukan juga sel pendukung, seperti
sel glia. Sel glia merupakan sel yang menunjang dan melindungi neuron. Sel-sel
pendukung umumnya berperan dalam melindungi dan membungkus akson dan dendrit,
sehingga membantu mempercepat transmisi sinyal (Campbell, 1999). Fungsi
jaringan saraf adalah mengatur organ–organ atau alat-alat tubuh agar terjadi
keserasian kerja dan menerima serta menghantarkan rangsangan sehingga dapat
mengetahui dengan cepat keadaan dan perubahan yang terjadi di sekitar dan
tersusun atas sel-sel yang disebut neuron (sel saraf) dan neuroglia (sel
pendukung).
Wahh sangat membantu,terima kasih
BalasHapus👍
BalasHapusSangat membantu sekali nih👍
BalasHapusSemngattt, sangatt bermanfaat sekaliii🥰
BalasHapusAllah memberkahi penulis
BalasHapusSemangat terus untuk berkarya
BalasHapus